Life

DW Coffee Shop, Tempatku Menempa Diri dan Menjadi Dewasa

Halo, kali ini aku bakal sharing soal pengalaman kerja sebagai coffee maker, atau orang biasa nyebutnya barista. Ya, dari beberapa tempat kerja yang pernah aku jajal, kerja di DW Coffee Shop overall adalah yang paling aku syukuri ๐Ÿ™‚ bukan berarti aku gak bersyukur loh ya pernah kerja di tempat yang lain, hehe.

Processed with VSCO with c1 preset
Suatu sore di DW Coffee

Karena pada dasarnya aku ini emang orangnya gak suka diem ya, jadi selaluuu nyari aktifitas disamping kesibukan utama, waktu itu kesibukan utamaku adalah kuliah sih. Saat itu adalah tahun-tahun terakhirku menjalani masa kuliah, mata kuliah pun udah tinggal magang dan skripsweet โ”( ๊™ผ๊™๊™ผ )โ”Œ pastinya bakal banyak banget waktu luang kan. Jadi lah aku nyari-nyari kerja part time, dan alhamdulillah dengan seizin Tuhan aku akhirnya mendapat kerja di sini, DW Coffe Shop, sebuah kedai kopi yang ternyata iklim kerjanya beda banget sama tempat-tempat kerjaku sebelumnya.

Selama aku kerja di DW Coffee Shop, banyak hal positif dan pengetahuan baru yang aku dapat. Hal yang benar-benar baru aku pelajari adalah ilmu perkopian, then I feel grateful and so much excited to be a part of DW Coffee Shop! Aku belajar banyak hal tentang perkopian. Aku yang awalnya enggak ngerti apa-apa tentang kopi, bahkan nggak ada ketertarikan apapun terhadap kopi pada akhirnya jadi bisa suka ke kopi. Ya, berawal dari jobdesc dan SOP sebagai pegawai coffee shop yang mana tugasnya adalah membuat kopi, dari situ aku dan kawan-kawanku digembleng menjadi seorang barista.

Oh iya, sebelum itu, aku akan ngasih tau istilah-istilah tentang perkopian nih, karena mungkin akan ada beberapa kata yang asing bagi teman-teman.

  • Barista: Orang yang menyiapkan dan membuat kopi berbasis espresso (http://caswellscoffee.com)
  • Espresso: Minuman yang dihasilkan dengan cara mengekstraksi biji kopi (yang telah dihaluskan) dengan menyemburkan air panas bertekanan tinggi (http://id.wikipedia.org)
  • Espresso based: minuman berbahan dasar espresso, misalnya cappucino, latte, americano, dsb.
  • Latte art: Seni melukis minuman kopi
  • Robusta: Kopi dengan citarasa dominan pahit (http://kopidewa.com)
  • Arabika: Kopi dengan citarasa yang lebih kaya, rasa asam lebih mendominasi dibanding rasa pahitnya (http://kopidewa.com)
  • Manual brewing: metode membuat kopi dengan cara diseduh manual tanpa menggunakan mesin espresso
  • V60: Merupakan salah satu teknik seduh kopi

Banyak dari kami yang awalnya enggak punya basic apapun tentang ilmu perkopian, sehingga butuh waktu berbulan-bulan to make a cup of good cappucino with a very simple latte art pattern, yaitu basic heart latte art. Kalau diingat waktu itu susah banget bikin cappucino yang enak (yang sesuai SOP perusahaan) dengan latte art yang bagus juga. Ya, butuh waktu berbulan-bulan. Tidak hanya belajar espresso based dan latte art, disana kami juga diajari manual brewing. Jadi setelah kami dianggap lulus untuk membuat cappucino yang enak, kami mulai diajari membuat manual brew, dan metode yang harus dikuasai adalah V60 (visixty).

IMG_20171210_180036
Gambar salah satu hasil belajar aku bikin basic heart pattern

Anyway, for me bikin V60 itu jauuuuuh lebih susah ketimbang bikin cappucino, karena kita diharuskan bisa membuat kopi yang rasanya balance, ya ampun apalagi dah tuh maksudnya kopi yang rasanya balance? Hahaha. Jadi kurang lebih gini, kopi yang rasanya balance atau seimbang itu adalah kopi yang antara rasa asam, manis, body (mungkin kalau orang awam menganggapnya sebagai rasa pahitnya kopi), serta cita rasa (flavour) kopinya bisa keluar semua dan gak ada yang lebih mendominasi (boleh banget dikoreksi kalau misal ada yang kurang tepat :)). Nah, bikin rasa yang balance itu yang susahnya minta ampun. Bahkan sampai selesai kontrakku kerja disini pun aku merasa masih belum bisa membuat V60 atau manual brew lainnya yang bener-bener enak. Well, dunia kopi memang luas sih, dan kayaknya mustahil juga sih ya untuk menguasainya dalam waktu kurang dari satu tahun, hehe.

Selain dapat keterampilan dasar menjadi seorang barista, aku juga bersyukur mengenal teman-teman crew DW Coffee Shop. Saking seringnya bareng dan bertemu, kami pun menjadi sangat akrab dan sudah seperti keluarga sendiri. Bagiku mengenal teman-teman crew adalah hal yang nggak akan pernah aku sesali. Aku menjadi lebih open minded karena background dan hidup teman-teman disini banyak yang totally different with me. Enggak bisa aku pungkiri sedikit banyak aku jadi terinfluence baik dalam hal positif maupun negatif (loh), yaa, manusia selalu hitam dan putih kan? ๐Ÿ™‚ Dari mereka aku belajar merasakan serunya menjadi orang dewasa, dari mereka aku belajar menikmati masa muda, dengan mereka aku jadi nggak takut berbicara, dan berani berbagi cerita hal-hal penting yang selama ini sering dianggap tabu ๐Ÿ˜ฆ dari mereka aku belajar untuk bisa memaafkan diri sendiri, dari mereka juga aku belajar bahwa di dunia kerja (mungkin) kamu harus sering mengalah demi kebaikan lingkungan kerja dan teamwork hehe, dan tak lupa dari mereka aku menyadari bahwa memikirkan soal material dan duniawi itu bukan hal yang salah, adalah wajar, apalagi saat kamu udah usia kepala 2 dan udah lulus kuliah.

1524823187246
Kebiasaan foto sebelum Friday Coffee dimulai, sengaja ambil foto yang mukanya absurd

Aku juga sangat berterima kasih pada para manajemen yang sudah seperti kakak dan bapak kami. Terima kasih karena telah menciptakan lingkungan kerja yang positif. Selama bekerja di DW Coffe Shop, ada SOP (Standar Operasional Perusahaan) unik yang patut diapresiasi, yaitu saat tiba waktu sholat (waktu ibadah umat muslim), maka operasional harus diistirahatkan sejenak dan semua crew yang bertugas harus menunaikan sholat, lalu setiap pagi ada kewajiban membaca Al-Qurโ€™an sebelum memilai shift, ada kewajiban untuk sholat tarawih berjamaah ketika bulan Ramadhan, serta ada iuran untuk berqurban di hari Idul Adha yang langsung dipotong dari gaji kami. Hal-hal tersebut membuat kami belajar untuk ikhlas, belajar untuk menyisihkan sebagian penghasilan kami yang merupakan hak orang lain, juga seakan mengingatkan bahwa hidup tidak hanya soal duniawi, namun ada kehidupan abadi setelah mati yang harus kita persiapkan bekalnya dari sekarang. Ya, SOP yang mengimbangi cara berpikirku yang kelewat duniawi hehe.

1528266722969
Saat acara sahur bareng (2018), kami ngasih surprise ultah ke SPV kami dan salah seorang crew

Terima kasih untuk seluruh keluarga DW Coffee Shop, untuk semua kawan yang telah mengukir jalan hidupku, semoga kita akan bertemu lagi dengan impian yang telah digenggam ๐Ÿ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.