Random Thoughts

Ngeblokir Mantan? Huh Kekanak-Kanakan!

Mantan oh mantan. Mengapa semua tentangmu masih membayang-bayangi hidupku? LOL! Drama banget deh. Eeeh tapi enggak juga sih!

Ngeblokir Mantan - image
Punggung sang mantan

Siapa disini yang pernah mengalami putus cinta? Atau adakah disini yang masih ingat gimana rasanya patah hati? Ya, baik yang pernah menjalin ikatan asmara maupun yang tidak, mungkin sebagian besar mengerti gimana rasanya patah hati. Patah hati itu bukan sembarang sakit tahu, jangan anggap enteng! Siapa disini yang pernah nggak nafsu makan, nggak bisa melek, sakit parah, atau bahkan mau bunuh diri gara-gara ditinggal nikah sama mantan yang masih cinta? Ngaku loo!

Putus cinta adalah hal yang berat kawan, dan beberapa orang sangat beruntung nggak pernah mengalami patah hati dalam proses menjadi dewasa. Beberapa orang merasa hancur, sedih tak terhingga waktu putus dari mantan, beberapa lainnya ada yang malah jadi benci sebenci-bencinya sama mantan. Semua berbeda tergantung dari alasan dan bagaimana mereka putus.

Disini aku mau ngobrolin dikit tentang fenomena ngeblokir mantan pasca putus. Well, aku merasa sangat gemas sama fenomena itu. Gak dewasa banget tau gak sih! Harus ya kalo udah putus langsung saling membenci dan ngeblokir satu sama lain? Kenapa hubungan pertemanan yang awalnya baik jadi berakhir seakan satu sama lain gak pernah saling mengenal (sebelum pacaran pasti temenan dulu ye kan)?

I used to think that way at first.

Ya, awalnya aku berpikiran seperti itu. Sampai suatu ketika aku mengalami putus cinta sama sang mantan yang udah jalan bareng bertahun-tahun. Sakitnya tuh dimana-mana 😦 Gak perlu dijelasin sih separah apa hancurnya hatiku waktu itu, patah hati ya gitu deh. Sedikit cerita nih (atau mungkin banyak), jadi awalnya aku yang mutusin mantanku, alasannya adalah karena kulihat dia ragu akan suatu hal yang penting. Awalnya aku tetap menjalin hubungan baik sama dia, aku nggak ingin silaturahim di antara kami ikutan putus. Kami masih saling berkirim pesan walau jarang. Tapi kemudian saat aku mulai terbiasa hidup tanpa dia, saat kondisiku udah mulai bisa mengikhlaskan berakhirnya hubungan kami, dianya mendekat lagi 😦 Akupun nggak kuasa menolak karena jujur masih sangat ingin memperjuangkan hubungan kami yang udah berjalan hampir sewindu. Hubungan kamipun membaik, nyaris tidak ada bedanya dengan saat masih pacaran, hanya saja di antara kami enggak ada ikatan maupun kata balikan.

Kami saling membutuhkan satu sama lain, sebagai kawan yang selalu bisa diandalkan, sebagai seseorang yang selalu menguatkan saat salah satu sedang terpuruk, sebagai seorang kekasih yang menyembuhkan luka di hati, ya, hubungan kami berjalan kembali tanpa kejelasan. Tapi itu tidak berjalan lama. Aku merasa hampa karena tidak ada goal dari hubungan ini, sebagai seorang perempuan, aku butuh tahu gimana arah hubungan kita dong, nggak bisa aku tuh kalo dianya masih mau main-main, harus ngomong apa aku kalo mamakku nanya kapan putri bungsunya ini mau dikawinin, secara aku juga udah kelar kuliahnya (FYI, ibuku itu tipe ibu-ibu yang gak kuat ama nyinyiran tetangga, if you know what i mean).

Akhirnya kuputuskan untuk bertanya mau dibawa kemana hubungan kita yang udah bertahun-tahun ini. Dan, jawabannya ternyata udah seperti yang aku kira, bahwa dia belum bisa untuk nge-set goal dari hubungan kita (banyak hal yang harus dia prioritaskan di atas hubungan kami), dia putuskan untuk mengakhiri hubungan kami. Well, it was damn hurt man! But it’s okay, i will be okay just like what you hope. Sayangnya, aku nggak mau kejadian kayak sebelumnya terulang lagi, dia datang untuk singgah saat aku udah siap buat nglepasin. Maka akhirnya kuputuskan untuk ngeblokir si mantan aku. Anyway saat itu aku bilang ke dia kalo aku akan ngeblokir dia.

Ngeblokir mantan. Itu udah aku pikirin mateng-mateng sebagai antisipasi kalau ternyata dia memilih untuk mutusin hubungan kami. And it comes true.

Jadi teman-teman, pada akhirnya aku memutuskan untuk ngeblokir mantanku. Alasannya adalah untuk membentengi diriku sendiri agar enggak keep on eyes sama kehidupan dia, agar aku nggak kebayang-bayang terus sama dia, harapannya adalah untuk mempercepat kesembuhanku. Untuk tipe perempuan seperti aku -yang enggak tahu kenapa kalo udah sayang itu mesti kebangetan sayangnya- nggak tahu deh butuh berapa lama buat bisa move on. Yang bikin berat juga karena circle ku dan dia itu sempit banget, teman aku ya teman dia, tempat nongkrong aku ya tempat nongkrong dia, selera musik dan hal-hal lain juga sama. Untuk melupakan impian lama yang udah dibangun bertahun-tahun berdua, mungkin bukan hal yang bisa dilakukan dalam hitungan minggu atau bulan. Butuh perjuangan ekstra keras untuk melupakan seorang kawan, sahabat, kekasih yang seperti itu.

Sebenarnya aku sendiri merasa sangat berat untuk ngeblokir mantan. Tapi ya itu harus, biar aku galaunya gak kelamaan. Biar cepet sembuhnya. Dan kurasa, banyak diluar sana yang mungkin pernah punya pengalaman serupa aku. Dari sinilah perspektifku berubah. Dulu aku ngetawain orang yang ngeblokir mantan, beranggapan itu adalah tindakan yang kekanak-kanakan, hingga akhirnya aku mengerti apa alasannya.

Anyway, ngeblokir mantan sah-sah aja, yang jangan adalah kalau saling membenci dan mengumbar keburukan mantan. Jujur aja aku enggak benci ke mantanku, yang ada aku bersyukur karena pada akhirnya dia mau memberi kejelasan walau pahit rasanya, jadi aku ngerti harus bertahan atau harus move on. Ngeblokir boleh, tapi jangan jadi musuh. Life must go on dude, mau geblokir atau enggak, itu pilihan masing-masing. Cara orang untuk sembuh dari patah hati beda-beda ye kan.

Well, ini merupakan sebuah opini subyektif dari aku. Kalau enggak cocok, jangan terlalu diambil hati. Perjalanan hidup orang beda-beda kan πŸ™‚ Terima kasih sudah mampir dan menyempatkan membaca, sampai jumpa di post minggu depan πŸ™‚

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.