Random Thoughts

Kegalauan Pasca Wisuda; Selamat Datang di Dunia Nyata

Alhamdulillah, kuliahnya udah kelar!

featured photo
Sisa-sisa selebrasi wisuda bersama kawan seperjuangan

“Selamat ya! Semoga ilmunya berkah!”

“Ciee… lulusan terbaik! Semoga cepet dinikahin!”

“Selamaaaaat! Ya ampun doain aku segera nyusul!”

“Selamat menjadi beban negara dek!”

“Loh? Kupikir jadi DO?”

Begitulah, hingar bingar ucapan selamat dan doa dari teman-teman yang diucapkan saat momen wisuda kemarin. Ada yang ngedoain, ada juga yang mengucapkan guyonan, tapi apapun itu aku senang mendengarnya. Nggak semuanya sih hehe, doanya emang macem-macem, yang jelas semuanya doa baik, tapi ya gitu lah, beberapa doa jadi bikin aku kepikiran banyak hal yang lebih besar setelah ini.

Wisuda adalah euforia terakhir di masa kuliah, percayalah itu :). Pasca wisuda? Banyak hal yang akan kamu hadapi, suka atau tidak suka, mau atau tidak mau, dan sialnya semuanya terasa lebih nyata, sangat nyata, memang nyata, bukan lagi sekedar bercandaan seperti urusan saat kuliah. Beruntunglah buat yang udah punya kerja sebelum wisuda, atau udah punya langkah buat melanjutkan studi, karena menganggur pasca wisuda itu nggak enak gan!

Bukan, bukan. Ini bukan urusan tetangga mau bilang apa ya (kalau aku mah bodo amat), tapi lebih ke arah “malu”nya ke orang tua. Well, sebenarnya menganggur gak selalu nggak enak kok. Bagiku, menganggur bisa menjadi waktu untuk sejenak melepas penat dari rutinitas kuliah dan kerja, juga menjadi waktu untuk bisa menggali potensi diri lebih dalam.

Aku wisuda di akhir bulan Juli 2018, bertepatan dengan akhir masa kontrak kerjaku di DW Coffee. Aku belum punya pekerjaan saat itu. Jadi? Ya! Aku secara resmi adalah seorang pengangguran! Sedih sih, karena pada akhirnya aku bakalan minim aktifitas, padahal biasanya aku selalu ada aktifitas entah itu kerja ataupun kuliah. Tapi daripada sedih, perasaan yang lebih berkecamuk saat itu adalah galau. Galau karena aku sudah wisuda dan jobless. Pada saat itu aku berpikir bahwa aku pasti bisa mendapatkan kerja dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, aku pun mulai melamar pekerjaan di berbagai tempat, tapi sampai saat ini? Alhamdulillah belum ada pekerjaan yang nyantol, hehehe disyukuri saja 🙂

Aku bekerja serabutan sampai saat ini, dan sekarang sudah mulai merasa stress karena belum ada “pekerjaan” yang benar-benar kudapat, sedangkan aku sendiri sudah mulai berada di tahap “lelah melamar pekerjaan”, seriously. Awalnya aku suka sih bekerja serabutan, dalam artian bekerja yang santai dan sesuai seperti yang kuinginkan, bekerja santai sehingga bisa sambil mengerjakan hobi (entah itu menulis di blog atau mendesain untuk side projectku sendiri). Namun apa daya? Ketika gaji yang kudapat tidak seberapa (sedangkan kebutuhan sendiri nominalnya melebihi gaji :’)), side project yang kukerjakan juga sudah mulai bosan menjalankannya, dan tak lagi disuplai uang saku oleh orang tua, stress pun mulai melanda. Tentu saja stress! Bagaimana tidak? Kamu mulai masuk ke zona dimana minta uang kepada orang tua adalah hal yang memalukan, telinga mulai jengah ketika ditanyai “kerja dimana?”, perasaan yang mulai beradaptasi ketika mendapat pertanyaan kapan menikah padahal hati aja masih patah.

Di titik ini aku semakin merasakan quarter life crisis-ku. Titik dimana semuanya terasa berat dilalui, titik dimana aku mulai lelah mengejar sesuatu yang tak kunjung dapat kuraih, titik dimana aku juga harus merelakan kandasnya hubungan asmara yang sangat lama telah dijalani yang juga berarti kehilangan teman bercerita dan berkeluh kesahku.

Lelah. Kalut. Pesimis. Stress.

Mungkin sebagian besar orang akan merasakan ini. Tak apa, kita hanya perlu tetap berjalan,jangan sampai rasa lelah itu membuatmu tak mampu lagi berdiri. Akupun sedang berusaha bangkit dari titik ini. Semoga saja dari titik terendahku ini aku bisa menghasilkan sesuatu yang tidak sia-sia nantinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.