Dia : “Aku kangen kamu”

Aku : “…” (Dalem hati nyanyi lagunya Passenger – Let Her Go)

Source : freepik.com

Pada suatu malam, aku ditelepon mas mantan dan dia bilang dia kangen. Hatiku terasa geli, rasanya seperti ada kupu-kupu yang berterbangan disana. Tak bisa kupungkiri bahwa aku juga merasakan hal yang sama, kamipun berbicara hingga malam larut. Pembicaraan kuakhiri dengan kalimat “Aku juga kangen”.

Aku tau bahwa aku baper. Aku bukan perempuan naif yang tidak tau ada maksud apa saat mantan tiba-tiba menelepon setelah hubungan kami sedikit mulai mencair. Akupun menahan agar tak mengatakan hal yang sama, tapi pada akhirnya aku mengatakannya. Sedikit menyesal sih. Bukannya gengsi untuk mengakui bahwa aku juga rindu, tetapi efek bola saljunya yang tentu akan menimpa diriku sendiri.

Aku kebaperan, mulai lagi lah muncul pikiran-pikiran yang macam-macam. Aku tahu, aku tahu. Aku yang salah. Tidak seharusnya aku membiarkan kata rindu yang hanya sesaat itu mempengaruhiku untuk beberapa waktu ke depan. Aku bodoh, aku tahu, dan aku menyesalinya.

Karena soal hubungan dengan mas mantan ini selalu membuatku overthinking, aku tidak bisa bercanda kala menyangkut hubungan kami, karena bagiku menjalin hubungan di usia 23 tahun sudah bukan saatnya main-main lagi, aku serius karo kowe mas, tapi kowe sing isih nuruti egomu!

Kalimat tebal bercetak miring di atas adalah yang selalu kujadikan cambuk ketika aku mulai galau dan kangen pada sang mantan. Ya, aku berusaha sekuat itu untuk move on, jangan harap kau bisa mempermainkan aku lagi! Aku nggak akan ngebukain pintu hatiku kalau kamu cuman mau main. Aku bisa berteman sama kamu, tapi mungkin cuma sampai aku ngerasa bahwa kamu bisa tanpa aku, terima aja, kamu yang udah bikin aku jadi kayak gini.

Mungkin aku sok kuat, mungkin aku sok baik, mungkin aku berpura-pura. Tapi satu hal yang harus kamu tahu, bahwa akan ada saatnya aku benar-benar meraih bahagia, dengan atau tanpa kamu. I’m letting you play on me because I want it, and I enjoy it. Teruskan saja, sampai kamu sadar bahwa kata rindumu tak akan membuat aku kembali padamu. Kamu harus tahu bahwa mungkin kamu hanya akan bertemu perempuan yang sekeras aku satu kali saja dalam hidupmu. You, your love, your words, your attention, those are lovely but those are hurting me at the same time. I know. Don’t think that I’m a silly girl and don’t think that I can’t live without you. I was fine even before you came to my life. Go on! Satisfiy your ego, untill you realize what you’ve lost, babe.

Aku pernah membaca sebuah quote, disana tertulis bahwa perempuan bisa jadi sahabat terbaik atau bisa saja jadi musuh terjahat buatmu, tergantung bagaimana kamu memperlakukan mereka. Itu bukan sesuatu yang absolut, tapi aku mungkin adalah salah satunya. Tenang, aku tak akan menjadi musuh terjahatmu, tapi aku hanya tak bisa lagi menjadi teman baikmu. Kalau kamu merasa bahwa saat ini aku masih baik padamu, itu tidak berarti bahwa aku akan membiarkan hatiku jatuh lagi kepadamu, tidak selama kamu masih bermain-main.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.