Place

[Review] Hondje, Kedai Teh di Tengah Pusaran Coffee Shop Kota Malang

Hondje deka toye jaana sanam~

Processed with VSCO with  preset
Plavon depan Hondje uwuwu

Selamat sore! Minggu ini adalah giliran menulis artikel di rubrik Place nih, kali ini tempat yang akan aku ceritakan adalah sebuah kedai teh di kota Malang bernama Hondje.

Hondje terletak di Jl. Wijaya Kusuma No. 5 Kota Malang, arahnya masuk ke sebuah perumahan tetapi tidak terlalu sulit dijangkau karena cukup dekat dengan jalan raya. “Hondjé” atau Honje mungkin sebuah kata yang cukup asing bagi sebagian orang. Honje merupakan nama lain dari bunga kecombrang, bagi yang tidak tahu bagaimana bentuk bunga kecombrang, silahkan klik disini 😀

Pertama kali mampir ke Hondje, yang aku rasakan adalah senang, dan aku bilang pada diriku sendiri bahwa aku akan kesana lagi! 🙂

Kenapa?

Eits, baca juga dong : [ Review ] Hamur Dieng dan Suasana Rumah di Sore Harinya

Karena suasana kedainya sangat bersahabat. Literally bersahabat 🙂 . Hondje bukanlah sebuah kedai yang luas dan bisa menampung banyak orang. Tempatnya cukup sempit, tapi itulah uniknya Hondje. Saat aku ngobrol sama ownernya Hondje, aku bertanya kenapa memilih lokasi ini (Hondje), kenapa nggak mencari tempat yang luas atau tempat yang lebih mudah terlihat dari jalan raya agar bisa menampung lebih banyak orang? Jawaban dari sang owner hanya membuat aku manggut-manggut heran sekaligus membenarkan.

“Karena aku pinginnya memang orang-orang yang dateng kesini bisa jadi teman. Jadi kalau ada yang dateng kesini, misal mau pulang ya mesti pamitan (menyapa) dulu. Pernah sih beberapa orang yang dateng kesini kelihatannya kayak pemalu gitu, dan aku yakin dia gak bakal balik kesini lagi”.

Aku pribadi suka berkenalan dengan teman-teman baru, itulah kenapa aku merasa cocok dengan atmosfirnya dan sudah pasti bakal mampir ke Hondje lagi, aku bahkan udah suka sejak kunjungan pertama hahay. Namun jika temen-temen ada yang ketika mampir kesana dan terpaksa harus fokus mengerjakan sesuatu, tak perlu khawatir, tinggal bilang saja bahwa temen-temen lagi nggak bisa diganggu, pasti yang lain akan memberi space 🙂 . Komunikasi adalah koentji hehehe.

Selain itu orang-orang (para pengunjung reguler) di sana seru-seru, ownernya juga ramah dan supel, aku yang baru pertama kali berkunjung langsung bisa akrab dengan beliau. Saat itu aku dateng berlima bareng teman-temanku, terus pas aku pesan minuman, sang owner tiba-tiba memberikan aku sekotak kue, “ini loh mbak kue, samean bawa gih buat temen-temen”, begitu katanya.

Area depan Hondje lebih tampak seperti ruang bersantai keluarga, ukurannya tidak terlalu luas, mungkin kurang lebih sekitar 3×4 meter, sudah termasuk bar. Ada sebuah sofa kecil lalu sisanya beralaskan karpet, dan ada sebuah stop kontak yang slotnya tak lebih dari 6.

Processed with VSCO with  preset
Kalau mau nugas disini bisa dong, asal jangan sampai terdistraksi sama teman-teman yang lain hehehe
Processed with VSCO with  preset
Bahkan handphoneku tak mampu memotret lebih jauh lagi, ini udah mentok
Processed with VSCO with  preset
Ini area bar nya

 

Di halaman belakang ada sebuah kursi beton panjang, ada juga meja dan kursi untuk berdua serta ada sofa panjang yang bisa digunakan jika di dalam sudah penuh.

Processed with VSCO with  preset
Meja kursi untuk berdua
Processed with VSCO with  preset
Sofa panjang yang muat untuk berlima

 

Aku sempat bertanya-tanya, mengapa harus teh? Mengapa bukan kopi yang secara pasar mungkin akan lebih menguntungkan ketimbang teh? Lalu beliau (owner) mengatakan:

“aku sih sebenernya dulu itu inginnya Hondje bisa jadi tempat mainnya lansia-lansia slow living yang memang udah nggak punya banyak aktivitas gitu, kan ada tuh nenek-nenek yang tiap pagi jalan-jalan, terus ketemu dan ngobrol. Mereka mau ke mall juga mungkin udah nggak mampu, mau ke kafe apalagi, masa iya mereka mau naik ojol? Masa iya mau dengerin musik-musik DWP-an gitu? Ya gitu awalnya, tapi apalah daya ternyata yang dateng malah anak-anak muda juga oalah…”.

Aku sangat mengapresiasi niat beliau yang bagiku sendiri sangat antimainstream, walaupun mungkin belum sepenuhnya terwujud. Semoga suatu saat bisa terwujud ya Mbak!

Selain itu yang unik lagi dari kedai yang buka mulai jam 4 sore ini adalah kita bisa free refill minuman yang udah habis loh! Tapi untuk refillnya nggak bisa milih varian ya hehehe. Selain itu kita bisa juga lo berdonasi teh untuk orang-orang homeless atau yang kurang beruntung lainnya. Kita hanya perlu memberikan 10.000 rupiah dan tinggal bilang bahwa itu untuk pending tea (istilah untuk jatah teh yang ingin kita donasikan).

“Tapi ini sistemnya kepercayaan ya, nggak bakal diupdate di sosmed nantinya”

Kata sang owner pada salah satu temanku yang memberikan pending tea. Beliau punya prinsip bahwa beramal tak perlu dipamerkan.

Karena Hondje adalah sebuah kedai teh, maka menunyapun tentu adalah teh. Harganya hanya 10.000 sampai 15.000 rupiah. Varian tehnya banyak, diantaranya white tea, green tea, chamomile tea, rose tea, krisan tea, ada pula signature mereka, hondje tea, daaan masih banyak lagi! Untuk teman-teman penikmat teh, Hondje tentu saja bisa jadi pilihan untuk mencoba teh 🙂

Processed with VSCO with  preset
Itu yang ada di toples semuanya teh loh

 

Kemudian untuk pengunjung muslim, sayang sekali kalau ingin menunaikan ibadah harus pergi ke masjid terdekat, dan sebaiknya menggunakan motor bagi yang tidak suka jalan kaki, karena jarak masjid terdekatnya lumayan jauh hehehe. Dan juga bagi yang ingin ke toilet harus pergi ke minimarket atau ikut ke masjid juga karena di Hondje tidak ada toilet dan mushola.

Sebelum cabut, baca juga dong yang ini : [ Review ] #Ngopidirumahnenek Ala Nuwun Coffee

 

Itulah tadi pengalamanku main ke Hondje. Menurutku, Hondje wajib banget dikunjungi bagi para penikmat teh dan kalian yang suka berkenalan dengan orang-orang baru. Akhir kata, sampai jumpa di postingan berikutnya. Cheerio! 🙂

Iklan

4 tanggapan untuk “[Review] Hondje, Kedai Teh di Tengah Pusaran Coffee Shop Kota Malang”

  1. Aku kok jadi kepingin mampir, ya. Di sini tempat nongkrongnya komunitas apa gitu gak?
    Secara aku termasuk pengunjung yg bakal malu2 awkward kalo ke tempat gini sendirian hahah.

    Suka

  2. Bukan tempat nongkrong komunitas kok kak
    Cuma karna orang-orang disana pada supel jadi kesannya kayak temen-temen sendiri yang udah temenan lama gitu, padahal mah ya enggak
    Beberapa ada yang baru mampir kesana tapu udah akrab sama pengunjung lain yang juga udah sering kesana 😂
    Aku bisa nemenin kok kali aja mau main kesana, aku suka suasana orang-orangnya sih soalnya, jadi selalu pingin balik 😄

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.