Life, Random Thoughts

Apa yang Salah Dengan Berjalan Sendirian?

Emang kenapa kalau eyke pergi kondangan, nonton, atau nongski sendirian? Masalah buat situ?

Female legs in sneakers on the rail of the railway.
Source : freepik.com

Kondangan, nonton, ataupun hangout merupakan aktifitas-aktifitas yang lazimnya dikerjakan bersama teman dan bukannya seorang diri. Entah kenapa, tetapi mungkin kebiasaan nyinyir orang-orang adalah salah satu hal yang membuat kegiatan-kegiatan tersebut terlihat aneh jika dilakukan sendiri, hahaha.

Aku pernah pergi nonton konser, pergi kondangan, dan juga nongkrong di cafe seorang diri. Lalu temanku terkejut saat kubilang bahwa aku berangkat sendirian. “Serius nonton konser sendirian?” atau “Yaampun? Kok bisa sih kamu nongkrong sendirian gitu?” adalah kalimat-kalimat yang pernah kuterima dari mereka. Namun ada yang lebih parah dari sebuah ungkapan ketidakpercayaan seperti itu, yakni ungkapan dan sikap meremehkan.

Suatu hari saat aku pergi ke kondangan teman sendirian, aku bertemu dengan teman-teman lama dan coba tebak bagaimana sikap mereka saat aku berkata “Iya, sendirian aja kok, wong aku single fighter”? Mereka menertawakan aku. Bukan tertawa yang keras, hanya tawa candaan, gitu deh biasanya, bahahahaha!

Well, I was one of them.

Boleh juga nih dibaca : Ketika Tidak Menuruti Keinginan Orang Tua Dianggap Tidak Menghormati

Dulu aku juga orang yang beranggapan bahwa adalah hal yang menyedihkan jika datang ke kondangan, nonton film, nonton konser, atau nongkrong di cafe seorang diri. Dulu, saat masih punya pacar ataupun teman kuliah yang selalu bisa diandalkan dan mau menyempatkan untuk menemani pergi. Saat aku tak lagi ada di posisi itu, aku belajar banyak hal, terutama bahwa satu-satunya orang yang bisa kita andalkan adalah diri kita sendiri.

Pernah aku menangis saat menonton konser sendirian. Menonton konser adalah salah satu kegiatan favorit yang biasa kulakukan bersama mas mantan hahaha. Yang membuatku menangis kala itu adalah sebuah lagu yang sangat cocok dengan kehidupan asmaraku, sehingga seketika flashback dan segala tentang mas mantan yang baru banget putus pun dimulai dan memaksa air mataku luruh.

Masa transisi memang tak pernah mudah. Awalnya memang sedih dan merasa menjadi jones saat apa-apa harus sendirian. Ditambah lagi omongan orang-orang yang terdengar seperti belas kasihan sekaligus meremehkan menjadi salah satu hal yang membuatku sulit percaya diri dan merasa kerdil. Tapi setelah beberapa bulan, melakukan hal-hal tersebut seorang diri bukan hal yang buruk juga menurutku. Aku bisa jadi lebih santai, aku menerima diriku dan aku mengagumi orang-orang yang sama sepertiku, orang-orang yang menyebut diri mereka sebagai “single fighter”. Saat mereka menertawakanku karena aku yang apa-apa selalu sendirian, aku menertawakan mereka karena mereka pasti tak bermental sekuat aku! Bahahaha!

Ini juga sekalian dibaca : Pertanyaan Mengganggu (Mungkin) Adalah Soal Ketidaktahuan

Pengalaman memang guru terbaik. Semakin dewasa kita akan semakin bijak karena telah mengalami banyak hal yang dapat kita petik pelajarannya. Belajar untuk tidak nyinyir terhadap hal-hal yang tidak biasa ataupun terhadap hal-hal yang berbeda dengan cara kita berfikir adalah hal yang sangat penting dilakukan! Pepatah lama mengatakan bahwa mulutmu harimaumu. Kata-katamu yang mungkin saja kau lupa yang mana bisa jadi adalah hal yang mengkerdilkan semangat orang lain. Jadi yha, mari tidak usah nyinyir ataupun mengurusi hidup orang lain!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.